Tampilkan postingan dengan label KIAT SUKSES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIAT SUKSES. Tampilkan semua postingan

Indahnya Bersyukur

Bersyukur ibarat rantai yang menarik satu nikmat dengan nikmat yang lainnya. Jika diibaratkan nikmat-nikmat yang Allah berikan itu seperti roda, maka rantai-rantai syukur ini adalah rantai penghubung satu roda dengan roda lainnya.

Kalau kita memutuskan rantai syukur, otomatis roda-roda yang dihubungkan dengan rantai tersebut akan terlepas dengan sendirinya. Tanpa syukur kita tidak akan dapat merasakan nikmat yang Allah berikan di dalam hati. Dengan syukur, kita akan selalu mampu ‘merasakan’ kelezatan nikmat yang diberikan-Nya.

Ingat, “Jika engkau bersyukur, maka akan Kutambahkan nikmat-Ku…”

Misalnya begini : Saya mendapatkan sebuah pekerjaan yang gajinya tidak lebih dari satu juta rupiah. Maka apa yang akan saya rasakan dalam hati saat menerima gaji tersebut? Bersyukur, atau ‘memprotes’ bahwa seharusnya saya layak menerima gaji lebih dari itu?

Ada perbedaan antara rasa syukur dan ‘menuntu hak’, tentu saja. Misalkan secara adil kita memang layak mendapatkan lebih dari jumlah yang kita terima. Secara benar, kita harsu memperjuangkan hak kita. Dengan cara-cara yang ma’ruf dan memang dapat dibenarkan.

Selain itu, agar tidak terjerumus ke dalam ‘keluhan’, kita tetap harus mensyukuri apa yang ada di tangan. Ingatlah, sumber kebahagiaan datangnya dari dalam hati. Ingat juga, jika kita sellau bersyukur dalam situasi apapun, maka Allah SWT akan selalu menambahkan nikmat-Nya.

Dengan rasa syukur memenuhi hati, maka kita akan terhindar dari keterpurukan, putus asa dan perasaan negative lainnya dalam hati kita.

Dengan bersyukur, kita akan selalu mampu menerima keadaan diri, tanpa kehilangan kreatifitas untuk selalu berusaha lebih baik lagi. Bersyukur adalah kunci sejati untuk dapat merasakan bahagia.

Bersyukur diumpakan sebagai suatu energi positif yang dengan sadar kita pancarkan dari dalam jiwa dan raga kita. Seperti halnya sesuatu yang positif, maka ia akan menarik hal-hal positif lainnya yang ada di sekitarnya. Maka tak heran jika seorang hamba yang pandai bersyukur akan terlihat selalu bahagia. Ingat, syukur itu akan menarik nikmat-nikmat lainnya. Seperti janji Allah SWT :”…jika engkau bersyukur, maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku…”

Sebaliknya, jika kita mengeluh terus menerus, atau kufur nikmat, maka penderitaanlah yang akan kita rasakan terus menerus juga. Jangan heran, karena keluhan serupa dengan energi negative, yang akan menarik hal-hal negative juga dari sekelilingnya, sadar atau tidak.

“…jika engkau kufur, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”


Faedah Bersyukur

Banyak orang yang mengalami stress karena tidak sanggup merasakan keberadaan rasa syukur nikmat dalam hatinya. Rasa stress yang berlebihan itu timbul karena kita terlalu fokus pada keinginan-keinginan yang belum terkabulkan, pada kekurangan-kekurangan dan keterbatasan kita saja. Tanpa ada kemampuan untuk dapat mensyukuri yang kita miliki (hakekatnya, semua milik Allah SWT).

Banyak sekali manfaat/faedah dari rasa syukur ini, diantaranya :

1. hati akan menjadi lebih ‘luas’ (tidak sempit)

2. hati menjadi mampu merasakan ‘nikmat-nikmat’

3. mata selalu tertutju kepada hal-hal positif atau yang indah-indah, sehingga dunia menjadi lebih indah

4. otot-otot dalam tubuh menjadi rileks, tidak tegang karena stress memikirkan hal-hal negative. Sebagai kelanjutannya, berpengaruh banyak pada kesehatan jasmani dan rohani

5. terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya yang kebanyakan disebabkan oleh pikiran : stress, depresi, darah tinggi, sakit kepala, maag, dan sebagainya.

Jadi dapat disimpulkan seperti ini :

Rasa syukur –> menenangkan hati (karena otomatis ingat kepada Allah SWT) –> mempengaruhi kesehatan secara positif, memberikan rasa bahagia dan membuka peluang-peluang hidup lebih jauh.


Kesehatan

Dari hati yang tenang, pikiran tenang, otomatis organ-organ tubuh menjadi rileks. Tekanan darah lancar, jantung berdetak dengan normal, otak tidak dipaksa untuk berfikir dengan berlebihan sehingga menyehatkan secara keseluruhan.

Banyak sekali penyakit berbahaya yang dapat dihindari dengan bermula dari rasa syukur :

- stress

- penyakit jantung

- depresi

- darah tinggi

- sakit kepala

- maag

- kesuburan

- dan lain-lain
jadi, kalau ingin sehat, mulailah dengan langkah baru : Bersyukur.


Pergaulan

Ada banyak pengaruh positif yang berawal dari rasa penuh syukur di dalam diri seseorang. Contoh sederhana saja, seorang yang pandai mengeluh akan selalu merasa dirinya penuh dengan kekurangan, sehingga tidak ada rasa puas dan bahagia atas apa yang dimilikinya. Berbeda sekali dengan seorang yang pandai bersyukur, maka ia akan merasa bahagia saja dengan apapun yang ia miliki.

Berikut beberapa uraian tentang bagaimana rasa syukur mempengaruhi secara positif terhadap pergaulan sosial hidup seseorang :

- kita menjadi lebih percaya diri, karena kita selalu melihat sisi baik dari segala hal yang menimpa diri kita.

- Dengan ‘sinar muka’ yang berkilauan, ramah, penuh senyum dan senantiasa ‘welcome’ dari lubuk hati yang paling dalam terhadap sekelilingnya (karena inilah dampak dari rasa syukur yang akan muncul di wajah seseorang), maka orang-orang akan senang berada dekat dengan kita. Manusia memang cenderung menyukai hal yang ‘indah-indah’, termasuk aura wajah yang menyenangkan. Jadi tidak aneh kalau ornag yang selalu bersyukur dalam hidupnya akan memiliki banyak teman.

- Selanjutnya, dari pengaruh positif penampilan luarnya terhadap orang-orang di sekelilingnya, maka ia akan membuka berbagai kesempatan untuk karier, jodoh, dan sebagainya.


Kesempatan

Seperti telah diuraikan sebelumnya, rasa syukur yang tertanamn kuat di dalam hati akan mempengaruhi pola pikir dan tindakan kita. Selain memperbaiki kesehatan tubuh, juga membuat orang-orang mau berteman dengan kita. Karena aura positif yang kita pancarkan dari rasa syukur dalam hati tersebut.

Keuntungan selanjutnya, hal ini akan membuka kesempatan-kesempatan baru untuk hidup kita. Misalnya memiliki banyak ‘link’ untuk karier, atau mudah bertemu dengan calon pendamping karena kita orang yang ‘terbuka’ dan menyenangkan bagi orang lain. Atau kesempatan-kesempatan lain seperti kesempatan hidup lebih lama di bumi ini (karena terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya seperti yang disebutkan diatas), sehingga kita akan mempunyai lebih banyak kesempatan untuk berbagi dan beramal shaleh.

Kiat hemat yang Benar

Hemat tidak berarti menderita.Kalau Anda berhemat, lalu menjadi menderita, berarti Anda menghemat secara salah.

Waktu kecil dulu saya sering mengikuti ibu belanja di pasar. Jaman itu belum ada supermarket yang jualan bahan basah layaknya pasar tradisional. Saya mengamati bahwa untuk membeli cabe saja, ibu saya bisa ngotot putar-putar beberapa penjual guna mendapatkan harga termurah. Care 200 rupiah ditawar 100 rupiah (teganya….). Jaman sekarang kita berbelanja di hipermarket. Tak ada tawar menawar, cocok ambil, tidak cocok silahkan pergi. Orang-orang tanpa banyak cakap langsung memborong belanja buat sebulan. Wow. Siapakah yang betul, cara ibu saya atau cara orang jaman kini tersebut?

Seringkali orang berpikir bahwa berhemat artinya membeli barang yang paling murah biayanya. Ukuran utamanya adalah harga. Bila kita mau pergi naik bis, kita cari bis ekonomi. Bila kita pergi jauh, kita pilih kereta dibanding pesawat, karena harga tiketnya lebih murah. Benarkah demikian esensi menghemat?

Mana yang lebih hemat? Beli sandal harga 50 ribu awet dua tahun, atau beli 5 sandal 10ribu-an untuk dua tahun?

Suatu ketika Amir bingung antara membeli mobil dengan harga tunai 50 juta, atau mengambil kredit mobil dengan waktu 5 tahun sehingga total menjadi 90juta? Mana yang hemat?

Semua contoh di atas menunjukkan bahwa berhemat memerlukan seni tersendiri. Tindakan penghematan akan bergantung situasi seseorang, bisa terjadi dua orang sama-sama berhemat namun wujud tindakannya bertolak belakang.

Prinsip 1 : berhematlah pada apa yang Anda anggap paling penting bagi Anda, walau itu berarti tampak tidak hemat dari sudut pandang lain.

Ngapain sih kita berhemat? Agar mendapat manfaat maksimal dari uang kita kan? Jadi indikator utama adalah memaksimalkan manfaat untuk hal yang paling penting dan prioritas bagi kita. Misalnya Anda perlu pergi dari Jakarta ke Lampung. Anggap harga tiket pesawat 2 kali lipat harga naik bis. Anda pilih mana? Jawabannya tergantung mana yang lebih penting bagi Anda, uangnya atau waktunya? Kalau Anda tidak dikejar waktu, dan ingin menikmati perjalanan menyeberangi selat sunda, maka naiklah bis. Bila waktu sangat penting bagi Anda (karena Anda mudah capek) maka pesawat terbang lebih hemat (coba hitung kembali total biaya naik bis, jajan, waktu yang terpakai, jasa tukang urut, dan jamu tolak angin!).

Inilah jawaban atas kasus cara belanja ibu saya di pasar tradisional. Ibu saya benar, ngapain beli cabe mahal-mahal kalau ada yang murah? Dengan catatan ibu saya berbelanja santai, artinya waktu bagi ibu saya bukanlah tujuan utama. Sementara mereka yang belanja di supermarket untuk sebulan penuh juga benar, karena waktu merupakan hal yang lebih penting. Ngapain buang waktu hanya untuk menghemat 10 ribu?


Prinsip 2 : carilah harga termurah untuk manfaat utama yang sama.

Walaupun sama-sama naik pesawat, mungkin manfaat utama yang dituju bisa berbeda. Ada yang peduli dengan kenyamanan (karena perjalanannya jauh, dan tiket dibayari kantor), ada yang hanya peduli kecepatan perjalanan (karena pergi santai, uang jalannya diberikan tunai, silahkan atur sendiri). Nah, untuk manfaat yang sama biasanya tersedia banyak pilihan. Maka bergantung dengan situasi itu seseorang bisa berhemat dengan mencari tiket pesawat yang paling murah untuk rute dan manfaat yang sama. Di antara penerbangan yang murah, ada yang termurah. Di antara yang mahal-mahal pun ada yang relatif paling murah. Hemat adalah : mendapatkan manfaat maksimal dari biaya minimal. Istilah kerennya adalah benefit cost ratio yang tinggi.

Benarlah pelajaran ekonomi waktu SMP dulu. Kalau mau beli, bandingkan dulu harga barang yang sama minimal di 3 toko. Saya pernah mengamati, sebuah handycam dengan merek dan seri yang sama bisa berselisih harga 20 persen di toko yang berbeda. Barangnya sama, ngapain bayar lebih mahal?


Prinsip 3 : jadikan ‘cashflow’ keuangan sebagai patokan utama.

Ibu saya sering bertanya, “Kenapa kamu nggak juga beli rumah, padahal biaya kontrakan bisa untuk nyicil rumah?” Ya, cicilannya memang sesuai, tapi modalnya bu? Saya sebenarnya sudah punya rumah, namun -dengan persetujuan istri- rumah tersebut dijadikan tempat usaha. Kalau beli rumah lagi, yang berarti cicilan baru, tentu akan mengubah aliran kas keuangan rumah tangga. Mungkin sekilas kita sayang dengan pengeluaran yang ‘habis’ itu (biaya kontrak rumah), di sisi lain kita tetap harus berpegang bahwa aliran kas keuangan adalah indikator yang paling penting. Misalnya Anda membeli rumah baru, dengan judul menabung lah, sayang uang lah, dsb, lalu aliran kas menjadi kacau, tentu akibatnya sangat berbahaya. Banyak terjadi karena kenaikan bunga bank menyebabkan aliran kas menjadi berantakan. Dalam kasus saya, kami sudah punya rumah (walau bukan ditempati sendiri) yang hasil usahanya bisa untuk mengontrak rumah yang lebih besar, jadi dalam hitungan investasi menjadi menguntungkan alias lebih hemat. Kalau semua hal harus kita beli sendiri tentu jadi repot.

Prinsip no 3 ini juga mengimbangi prinsip no 1 sebelumnya. Andai Anda mau ke Lampung sekeluarga 5 orang. Bagi Anda waktu adalah penting. Tapi kalau pergi serombongan naik pesawat, tiba-tiba dananya tidak cukup. Jangan dipaksakan. Pilihlah alternatif yang sesuai dana kita. Naik bis dalam hal ini menjadi betul-betul hemat, karena disesuaikan dengan aliran kas keuangan rumah tangga.

Sudah, sudah, kiatnya 3 dulu. Banyak-banyak nanti malah lupa….

Bila diulang secara ‘ilmiah’ maka 3 prinsip itu bisa digambarkan sebagai berikut :

  • Prinsip 1 adalah prinsip optimasi. Optimum adalah kondisi maksimal pada indikator utama, yang bisa tampak tidak maksimal pada indikator lain. Konsep optimasi adalah mencari kondisi terbaik dari banyak kriteria yang bertentangan. Misalnya desain sebuah mobil. Ada sedan, ada minibus, ada truk, ada bis. Semua adalah desain optimum, yaitu desain yang bisa memberikan manfaat maksimal sesuai tujuan desain. kalau kita lihat bentuk truk sangat jelek sebagai kendaraan pribadi, tapi sangat indah sebagai kendaraan angkut. Itulah pentingnya prinsip 1 dalam berhemat, kita harus jelas melihat indikator tujuan utama.
  • Prinsip 2 adalah prinsip produktifitas. Setelah kita mengetahui indikator utama, maka kita mencari cara agar membuatnya efisien namun tetap efektif. Untuk manfaat yang sama (efektif) diraih dengan biaya paling minimal (efisien).Sesuatu yang produktif berarti mencapai hasil paling maksimal dari sumberdaya yang tersedia.
  • Prinsip 3 adalah prinsip pengendalian (kontrol). Pada akhirnya kita perlu melihat ketersediaan sumber daya sebagai indikator kendali. Output yang telah direncanakan harus kembali disesuaikan dengan input yang tersedia.

Jadi berhemat adalah : optimum, produktif, terkendali. Wah, ilmiah banget neeh…, hehe..

Oh ya, hampir lupa jawaban untuk kasus-kasus contoh.

Ibu menawar mati-matian harga cabe di pasar. Jawab : hemat, karena untuk barang yang sama kita perlu cari yang murah bila waktunya santai.

Belanja borongan di supermarket. Jawab : hemat, dalam hal ini ‘hemat waktu’ adalah tujuan yang lebih utama.

Naik pesawat daripada bis. Jawab : hemat, kalau waktu adalah tujuan utama, dan biaya total perjalanan ternyata tidak jauh berbeda. Naik bis ekonomi, bukan AC. Jawab : bisa hemat, kalau dananya memang terbatas. Toh, sama-sama sampai. Kalau dana longgar pilih yang AC, takutnya Anda jadi sakit karena naik bis ekonomi yang panas dan penuh asap rokok.

Mana yang lebih hemat? Beli sandal harga 50 ribu awet dua tahun, atau beli 5 sandal 10ribu-an untuk dua tahun? Jawab : kalau Anda malas beli sandal, pilih yang awet. Kalau Anda senang ganti model, atau dana tunainya kurang, beli saja yang murah, tapi satu-satu bukan sekaligus 5 (keuntungan aliran kas).

Suatu ketika Amir bingung antara membeli mobil dengan harga tunai 50 juta, atau mengambil kredit mobil dengan waktu 5 tahun sehingga total menjadi 90juta? Mana yang hemat? Jawab : jelas lebih hemat pembelian tunai bila tujuan utamanya adalah total biaya. Mobil adalah barang yang turun nilainya, bayar lebih mahal lewat kredit tidak ada gunanya. Namun, bisa pula lebih hemat kredit kalau Anda sudah butuh banget mobil itu tapi uang tunainya bisa dipakai membeli barang lain yang lebih prioritas, misal rumah (prinsip 1).Saran saya sih, cari harga mobil yang disesuaikan dengan aliran kas Anda (prinsip 3). Lalu cari mobil yang jenis dan kondisinya relatif sama namun dengan harga paling miring (prinsip 2). Sekali lagi yang penting adalah : atur kas keuangan Anda! Jangan banyak cicilan, nanti bisa rentan terhadap fluktuasi bunga bank.

Kiat Berhutang

Maksudnya bukan bagaimana dapat hutangan (itu bergantung sekali seberapa percaya orang lain kepadamu), tapi kapan sebaiknya kita berhutang.

JANGAN PERNAH BERHUTANG KECUALI : *


No. 1. Berhutang untuk hal yang harganya cenderung naik terus.

Misalnya rumah. Walaupun harga rumah naik turun, tapi kecenderungannya harga rumah naik terus.Rumah baru (di perumahan baru) biasanya relatif lebih mahal dibanding rumah lama dikarenakan biaya material dan harga tanah kian meningkat. Rumah sebaiknya diusahakan untuk beli, walaupun wajib kita pilih yang cicilannya sesuai kemampuan. Rumah pertama adalah ‘benteng pertahanan terakhir’ rumah tangga Anda, jadi wajib punya tapi kecil saja (T21 atau T36). Toh kalau Anda terbukti makin kaya, Anda selalu bisa beli rumah berikutnya. Kita senantiasa perlu teguh memegang indikator ‘aliran kas’ sebagai patokan keputusan pembelian.


No. 2. Behutang untuk alat produksi yang sudah jelas pendapatannya.

Misalnya buat membeli perlengkapan usaha atau menambah modal usaha.Perlu diperhatikan bahwa pastikan sudah ada pendapatan yang jelas dari alat/modal tersebut. Kalau belum jelas ya berarti tidak layak berhutang karena bisa menjadi perjudian (tidak jelas pengembalian cicilannya). Misalkan pula kita beli sepeda motor untuk berangkat kerja. Kalau setelah dihitung ternyata menjadi lebih ekonomis dibandingkan naik angkutan umum (karena Anda jadi lebih fleksibel, lebih produktif, bahkan lebih murah total ongkosnya), maka sebaiknya Anda beli walau kredit. Yang perlu diingat adalah, beli sesuai kemampuan daya cicilan Anda. Misalnya, tidak perlu beli motor baru, cukup motor bekas yang lebih murah.


No. 3. Berhutang untuk barang yang sangat dibutuhkan sekarang, walaupun nilainya merosot dalam jangka panjang.

Misalnya Anda perlu beli lemari es (walau bekas) untuk menyimpan makanan di rumah Anda. Kalau Anda tidak punya lemari es, mungkin Anda menjadi repot karena harus belanja setiap hari. Contoh lain. Suatu ketika saya membeli monitor komputer LCD hanya demi menyelamatkan mata anak saya yang senang main game di komputer. Monitor komputer LCD jelas lebih aman dibanding monitor tabung generasi sebelumnya. Karena anak saya masih kecil sehingga jangkauan lengannya pendek, maka dia duduk dekat sekali dengan monitor, jadi saya paksakan beli monitor LCD. Barang konsumtif, kebutuhan tersier, tapi penting buat sekarang (dan tak lagi penting ketika anak saya sudah besar nanti).


No. 4. Berhutang untuk menyelamatkan nyawa!

Untuk urusan nyawa, layak bagi kita untuk berhutang. Misal orang yang Anda cintai sakit, maka tak masalah untuk berhutang. Tentu saja selalu dipilih yang paling hemat dari pilihan yang tersedia. Jangan sampai karena takut berhutang maka pertolongan menjadi terlambat.


No. 5. Berhutang untuk menutup hutang lain yang lebih mencekik.

Kalau Anda bisa menemukan sumber hutang baru yang lebih baik, maka usahakanlah berpindah hutang. Misalnya, mantan bibi pembantu saat saya masih mahasiswa dulu, ternyata terlibat hutang ke rentenir karena butuh biaya untuk pengobatan anaknya yang sakit. Bunganya 10% per bulan! Akhirnya saya alihkan ke hutang lain yang lebih lunak pembiayaannya.

Sudah ah, lima saja.

Prinsip utama dalam berhutang adalah : tetap memegang kendali saat terjadi fluktuasi aliran kas pendapatan keluarga.


Kiat keluar dari hutang

Agar bisa keluar dari hutang berikut ini hal-hal yang sebaiknya dilakukan :

  1. baca doa agar terlepas dari kesulitan hutang, agar mendapat kemudahan jalan keluar
  2. sisihkan di awal bulan sebanyak 10-20 persen dari semua pendapatan untuk digunakan buat membayar hutang
  3. mencari sumber hutang yang paling lunak (katanya sih: orang tua atau saudara)

Demikian sekilas hal-hal tentang hutang…. :)

Doa mohon dilepaskan dari lilitan hutang (diambil dari milis hidayahnet)

Bismillah [hidayahnet] Doa Lepas dari Lilitan Hutang Temie Iswanto Fri, 01 Jul 2005 11:15:10 -0700

بسم الله الرحمن الرحيم

أللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن

وأعوذ بك من العجز والكسل

وأعوذ بك من الجبن والبخل

وأعوذ بك من غلبة الدين وقهر الرجال

allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazan, wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhul, wa a’uudzu bika min ghalabatid daini wa qahril rijaal.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan hati dan kesedihan, Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil, Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan orang.

Catatan: Abu Umamah (ra) berhasil melunasi hutangnya tak lama setelah dia mengamalkan doa yang disarankan oleh Rasulullah (saw). (HR Abu Dawud)

Kiat sukses dunia akhirat dari Nabi

Malu rasanya sering mengutip kiat sukses dari orang barat. Maka yang ini kiat dari Rasulullah. Dijamin lebih mustajab. Saya kutip dari situs Renungan Islam.

HADIS MUTHAHHARAH

Dari Sayyidina Khalid bin Al-Walid Radiallahu’anhu telah berkata : Telah datang seorang arab desa kepada Rasulullah S.A.W yang mana dia menyatakan tujuannya : Wahai Rasulullah! sesungguhnya kedatanganku ini adalah untuk bertanya kepada engkau mengenai apa yang akan menyempurnakan diriku di dunia dan akhirat. Maka baginda S.A.W telah berkata kepadanya Tanyalah apa yang engkau kehendaki :

Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang alim
Baginda S.A.W menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi orang yang alim


Dia berkata : Aku mau menjadi orang paling kaya
Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri engkau maka engkau akan jadi orang paling kaya


Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang adil
Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia


Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang paling baik
Baginda S.A.W menjawab: Jadilah orang yang berguna kepada masyarakat maka engkau akan jadi sebaik-baik manusia


Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang istimewa di sisi Allah Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan zikrullah niscaya engkau akan jadi orang istimewa di sisi Allah

Dia berkata : Aku mau disempurnakan imanku Baginda S.A.W menjawab : Perelokkan akhlakmu niscaya imanmu akan sempurna


Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan orang yang muhsinin (baik)
Baginda S.A.W menjawab : Beribadatlah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya dan jika engkau tidak merasa begitu sekurangnya engkau yakin Dia tetap melihat engkau maka dengan cara ini engkau akan termasuk golongan muhsinin


Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang taat Baginda S.A.W menjawab : Tunaikan segala kewajipan yang difardhukan maka engkau akan termasuk dalam golongan mereka yang taat


Dia berkata : Aku mau berjumpa Allah dalan keadaan bersih daripada dosa Baginda S.A.W menjawab : Bersihkan dirimu daripada najis dosa niscaya engkau akan menemui Allah dalam keadaan suci daripada dosa


Dia berkata : Aku mau dihimpun pada hari qiamat di bawah cahaya Baginda S.A.W menjawab : Jangan menzalimi seseorang maka engkau akan dihitung pada hari qiamat di bawah cahaya


Dia berkata : Aku mau dikasihi oleh Allah pada hari qiamat Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah dirimu dan kasihanilah orang lain niscaya Allah akan mengasihanimu pada hari qiamat


Dia berkata : Aku mau dihapuskan segala dosaku Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan beristighfar niscaya akan dihapuskan( kurangkan ) segala dosamu


Dia berkata : Aku mau menjadi semulia-mulia manusia Baginda S.A.W menjawab : Jangan mengesyaki sesuatu perkara pada orang lain niscaya engkau akan jadi semulia-mulia manusia


Dia berkata : Aku mau menjadi segagah-gagah manusia Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa menyerah diri (tawakkal) kepada Allah niscaya engkau akan jadi segagah-gagah manusia


Dia berkata : Aku mau dimurahkan rezeki oleh Allah Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa berada dalam keadaan bersih ( dari hadas ) niscaya Allah akan memurahkan rezeki kepadamu


Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang dikasihi oleh Allah dan rasulNya Baginda S.A.W menjawab : Cintailah segala apa yang disukai oleh Allah dan rasulNya maka engkau termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Mereka


Dia berkata : Aku mau diselamatkan dari kemurkaan Allah pada hari qiamat Baginda S.A.W menjawab : Jangan marah kepada orang lain niscaya engkau akan terselamat daripada kemurkaan Allah dan rasulNya


Dia berkata : Aku mau diterima segala permohonanku Baginda S.A.W menjawab : Jauhilah makanan haram niscaya segala permohonanmu akan diterimaNya


Dia berkata : Aku mau agar Allah menutupkan segala keaibanku pada hari qiamat
Baginda S.A.W menjawab : Tutuplah keburukan orang lain niscaya Allah akan menutup keaibanmu pada hari qiamat


Dia berkata : Siapa yang terselamat daripada dosa?
Baginda S.A.W menjawab : Orang yang sentiasa mengalir air mata penyesalan,mereka yang tunduk pada kehendakNya dan mereka yang ditimpa kesakitan


Dia berkata : Apakah sebesar-besar kebaikan di sisi Allah? Baginda S.A.W menjawab : Elok budi pekerti, rendah diri dan sabar dengan ujian ( bala )


Dia berkata : Apakah sebesar-besar kejahatan di sisi Allah? Baginda S.A.W menjawab : Buruk akhlak dan sedikit ketaatan


Dia berkata : Apakah yang meredakan kemurkaan Allah di dunia dan akhirat ? Baginda S.A.W menjawab : Sedekah dalam keadaan sembunyi ( tidak diketahui ) dan menghubungkan kasih sayang


Dia berkata: Apakah yang akan memadamkan api neraka pada hari qiamat? Baginda S.A.W menjawab : sabar di dunia dengan bala dan musibah

  ©Template by Dicas Blogger.